Kuat Ma’ruf Bertanya ke Pakar Psikiater Forensik Masalah Dianya Kerap Disebutkan Pendusta

Posted on

Kuat Ma’ruf Bertanya ke Pakar Psikiater Forensik Masalah Dianya Kerap Disebutkan Pendusta

Tersangka kasus pembunuhan Brigadir Yosua, Kuat Ma’ruf menanyakan masalah dianya yang kerap dicap pendusta ke ahli psikologi forensik Reni Kusumowardhani. Pertanyaan itu dilemparkannya karena dia akui sakit hati disebut pendusta.

Kuat bertanya hal tersebut dalam sidang kasus pembunuhan merencanakan Brigadir Yosua yang diadakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Adapun jadwal sidang ini hari ialah dengarkan info saksi pakar. Satu diantaranya ialah pakar psikologi forensik Reni Kusumowardhani.

Awalannya, majelis hakim Wahyu Iman Santoso memberi peluang untuk Kuat untuk menyikapi kesaksian Reni. Kesaksian Reni waktu itu menyebutkan Kuat mempunyai kepandaian di bawah rerata.

Kuat juga memberi respon jika dia akui tulus dengan hasil test psikologi itu.

“Info tiga orang pakar di persidangan benarkah semua, salahkah semua apa tidak paham menahu?” bertanya hakim Wahyu ke Kuat.

“Saya ingin menanyakan sama ibu psikiater. Minta maaf ibu, jika ibu mengaitkan saya di bawah rerata saya tulus Ibu,” kata Kuat menyikapi pertanyaan Hakim Wahyu.

Pengemudi Ferdy Sambo ini lalu menanyakan ke saksi Reni apa dianya termasuk type pendusta. Pertanyaan Kuat itu juga lalu membuat Reni tidak dapat meredam tawa.

“Yang saya tanya saya ini type orang pendusta apa yang tidak bisa dipercaya apa bagaimana?” bertanya Kuat ke Reni.

Kuat lalu menjelaskan jika argumennya menanyakan semacam itu karena belakangan ini dianya kerap dicap sebagai pendusta. Kuat akui sakit hati dengan pengakuan itu.

“Masalahnya beberapa akhir ini saya kerap disebutkan pendusta dan tidak bisa dipercaya ibu, dan saya sakit dalam bahasa itu,” sebut Kuat.

Reni selanjutnya menjawab dengan hasil asesmen psikologi Kuat. Menurut dia, Kuat mempunyai kepatuhan yang tinggi sekali dan ada di satu lokasi yang kondisinya salah.

“Hasil dari pengecekan kami. Semua dusta memang sempat terjadi dusta dan itu telah dianggap, selanjutnya dikoreksi dan kami menghitung integritas info Bapak (Kuat),” jawab Reni.

Kuat juga menjawab, “Terima kasih bu, walau sebenarnya aslinya saya jujur ya Bu,” kata Kuat.

“Kami tidak ngomong berbohong yah Pak, tidak ada tanda-tanda manipulatif,” jawab Reni.

“Bagaimana respon Saudara pada beberapa saksi pakar ini bagaimana?,” bertanya Hakim Wahyu.

“Cukup Yang Mulia,” jawab Kuat.