Bacakan Pleidoi Berkaitan Kasus Brigadir J, Ricky Rizal Sebutkan Jadi Anggota Polisi Jalan Dedikasi Sekalian Mimpinya

Bacakan Pleidoi Berkaitan Kasus Brigadir J, Ricky Rizal Sebutkan Jadi Anggota Polisi Jalan Dedikasi Sekalian Mimpinya

Tersangka Ricky Rizal alias Bripka RR bercerita awalnya meniti karier dan prestasi dalam membaca nota pembelaan atau pleidoi pada Selasa, (24/1/2023) berkaitan kasus pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.

Ricky Rizal bercerita awalnya perjalanan profesi sebagai anggota polri sesudah memperoleh pengajaran sepanjang 11 bulan. Sesudah dikukuhkan jadi anggota polisi, dia ditaruh di Polres Brebes, Jawa tengah dan ditugaskan jadi driver dan ajudan Kapolres Brebes pada 2009, 2010 dan 2013.

“Saya selalu usaha sebagus mungkin jalankan tugas dan di mana saja saya ditaruh,” tutur Ricky Rizal saat pembacaan pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,

Ricky menjelaskan, Ferdy Sambo jadi atasan pada 2013. Waktu itu, Ferdy Sambo memegang sebagai Kapolres Brebes. “Sampai 2015, saya jadi driver dan ajudan,” katanya.

Selanjutnya Ricky Rizal dibalikkan ke Satlantas Polres Brebes bersamaan Ferdy Sambo jadi Wadir Krimum Polda Metro Jaya. Ricky menjelaskan, sepanjang jadi driver dan ajudan Ferdy Sambo punya pengaruh pada sudut pandang dan tugas sebagai anggota kepolisian. “Anggota polisi tidak cuma lakukan tugas teratur, tapi berkembang dan bereksperimen untuk memberi servis ke warga,” tutur ia.

Ricky Rizal ikut meningkatkan beragam pengembangan servis ke warga.

“Dari situlah saya bersama dengan teman-teman saya di unit tempat saya bekerja membuat dan mengurus satu program yang bisa dirasa langsung faedahnya oleh warga,” katanya.

Adapun program itu diantaranya Operator Penilaian Mekanisme Info Servis Khalayak oleh Kemenpan RB Tahun 2018, Tahun 2019, dan Tahun 2020; Operator Penilaian Survei Kepuasan Warga dari LSM GEBRAK Tahun 2018; dan Operator Penilaian Survei Kepuasan Warga dari Lembaga Riset dan Dedikasi ke Warga Universitas Pancasakti Tegal Tahun 2020.

“Disamping itu, saya sempat juga memperoleh penghargaan sebagai yang menerima penghargaan atas pengabdian dalam tugas dan penerapan servis ke warga sama sesuai Standard Operasional Proses (SOP) yang berjalan pada Tahun 2018 dan tahun 2020,” tutur Ricky.

Ricky menjelaskan jika dianya menyukai tugas sebagai anggota kepolisian. Saat pembacaan pleidoi, Ricky bercerita jadi anggota polisi berbakti dan mimpinya. “Saya benar-benar menyukai tugas saya, selainnya jalan untuk berbakti tapi juga kebanggaan dan mimpi harapan saya,” papar ia.

Ricky Rizal Turuti Sidang Pleidoi pada 24 Januari 2023

Awalnya, Penasihat Hukum Ricky Rizal, Erman Umar mengatakan, faksinya akan menentang semua argument JPU dalam tuntutannya yang menyebutkan client-nya turut serta dalam pembunuhan merencanakan Brigadir J.

“Pada semua elemen yang dipandang bisa dibuktikan oleh JPU, akan kita sangkal,” kata Erman saat dikontak merdeka.com, Selasa, 24 Januari 2023.

Erman mengeklaim, apa yang disebutkan dalam pemikiran argumen tuntutan 8 tahun ke Bripka RR cuma fantasi dan berlainan dengan bukti persidangan. Sanggahhan atas tuntutan beskal akan dituangkan dalam pleidoi yang dibacakan ini hari.

Selanjutnya, dia pastikan jika Ricky Rizal pada keadaan sehat dan siap hadapi persidangan dengan jadwal pembacaan pleidoi. Ricky masih tetap mengharap bisa dibebaskan dari kasus pembunuhan merencanakan ini.

“Ya keadaan Ricky mengharap ia dapat dibebaskan Hakim, karena ia berasa tidak salah,” sebut Erman.

Dituntut Hukuman Penjara 8 Tahun

Awalnya, Beskal Penuntut Umum (JPU) menuntut tersangka Ricky Rizal alias Bripka RR sepanjang delapan tahun dalam kasus pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J

“Jatuhkan pidana pada tersangka Ricky Rizal pidana penjara sepanjang delapan. Dikurangkan sepanjang tersangka jalani penahanan sementara,” kata JPU saat sidang pembacaan tuntutan di PN Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2023.

Tuntutan hukuman 8 penjara diberi JPU berdasar Pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman itu lebih enteng dibanding dengan hukuman optimal yang capai pidana mati.

Seirama dengan itu, Beskal Penuntut Umum (JPU) menuntut tersangka Kuat Maruf sepanjang 8 tahun dalam kasus pembunuhan merencanakan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Tuntutan dengan hukuman 8 tahun penjara diberi JPU berdasar tuduhan premier pasal 340 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. Hukuman itu lebih enteng dibanding dengan hukuman optimal yang capai pidana mati.

“Jatuhkan pidana pada tersangka Kuat Maruf sepanjang 8 tahun dikurangkan periode penangkapan,” kata JPU dalam sidang tuntutan di PN Jakarta Selatan, Senin, 16 Januari 2023.

 

About admin

Check Also

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019 Komisi Penyeleksian Umum (KPU) memverifikasi …