Erick Thohir: Negara Maju Tidak Ingin Indonesia Cepat Kaya

Erick Thohir: Negara Maju Tidak Ingin Indonesia Cepat Kaya

Menteri BUMN Erick Thohir yakini, Indonesia tengah mempelajari cara sebagai negara maju atau negara ekonomi besar dunia. Tetapi, negara adidaya seumpama Uni Eropa sekarang sedang berusaha hadapi krisis, dan tidak ingin tempatnya diambil pindah negara berkembang seperti Indonesia.

Menurut Erick Thohir, niat Indonesia jadi negara besar telah dirintis oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), melalui program hilirisasi untuk membuat nilai lebih dari tiap bahan mentah yang menjadi harta karun Indonesia sejauh ini.

Tetapi, keinginan itu terlambat sedikit, karena beberapa negara importir besar telah telanjur nikmati kekayaan dampak pemasaran produk yang dari raw material Indonesia, seumpama sawit atau nikel.

“Pada akhirnya apa, kemajuan ekonomi dan pembukaan lapangan pekerjaan berada di negara lain. Pada akhirnya saat boom dibanding sumber daya alam ini melalui, pada akhirnya langsung kita terserang dampaknya,” kata Erick Thohir dalam Launching LSI Januari 2022,

Tidak ingin kekayaan Indonesia terus dikeruk, Erick mengatakan, Jokowi pada masa 2017-2018 mengawali program hilirisasi sumber daya alam. Peraturan ini pasti membuat negara maju meradang.

Selainnya digugat di persidangan WTO, dia memandang Uni Eropa lakukan diskriminasi pada export minyak sawit mentah (CPO) Indonesia melalui peraturan Renewable Energy Directive (RED) II.

“Mereka perlahan-lahan ingin tutup pasar kita . Maka pasar kita harus dibuka, masih tetap pasar mereka harus ditutup dengan alasan-alasan kebijakan yang pasti dimasuki,” keluhnya.

Walau demikian, Erick Thohir percaya diri dengan kemampuan perekonomian Indonesia menantang Uni Eropa yang ada di tepi jurang krisis. Ditambah, Indonesia masih nikmati surplus neraca perdagangan hebat besar, USD 51 miliar.

“Export kita semakin meningkat. Ini yang ditakuti oleh negara kompetitor kita, karena sampai 2045 kita diperkirakan masuk hebat 4-5 ekonomi besar dunia,” kata Erick Thohir.

“Mereka telah baca data ini, mereka ingin memperlambat, istilahnya jangan buru-buru kaya lah Indonesia,” kritiknya.

Tenang, Indonesia Tidak Akan Krisis di 2023

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati percaya diri perekonomian Indonesia di 2023 tidak alami krisis. Susul, prediksi terkini Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) yang meramalkan sepertiga dunia akan alami krisis pada tahun ini.

“IMF barusan meramalkan sepertiga dari ekonomi dunia akan peluang terserang krisis. Kita (Indonesia) tidak terhitung yang sepertiga, InsyaAllah,” tutur Sri Mulyani pada acara Animo Media Nagara Dana Rakca di Jakarta,

Sri Mulyani menjelaskan, kepercayaan diri itu melihat dari terjaganya pergerakan kemajuan ekonomi nasional di zona positif. Per kwartal III-2022, perekonomian Indonesia sanggup tumbuh sejumlah 5,72 secara year on year (yoy).

“Kita selalu sampaikan jika perbaikan perekonomian kita kuat s/d kwartal III-2022,” terang Sri Mulyani.

Masih tetap Siaga

Di kwartal IV-2022, Sri Mulyani percaya diri perekonomian Indonesia sanggup tumbuh di range 5 % secara tahunan. Hingga, untuk keseluruhnya tahun 2022 perekonomian Indonesia dapat tumbuh di atas 5 %.

“Keseluruhan di 2022 kita dapat tumbuh di atas 5 %,” sebut Sri Mulyani.

Walau demikian, dianya janji terus akan siaga menanggapi beragam rintangan yang ditemui perekonomian Indonesia pada tahun 2023. Terutamanya berkaitan tahun politik sampai ketidakjelasan ekonomi global yang tinggi.

“Di 2023 rintangan harus kita menjaga, tetapi ada kepercayaan diri dan kesiagaan,” tegas Sri Mulyani.

 

About admin

Check Also

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019 Komisi Penyeleksian Umum (KPU) memverifikasi …