Narasi Anak Depok Sukses Buat Startup Urus Asset Sebesar Rp 237,9 Miliar

Narasi Anak Depok Sukses Buat Startup Urus Asset Sebesar Rp 237,9 Miliar

Kota Depok simpan seorang pemuda yang memberikan inspirasi. Ia sukses membuat startup yang mengurus asset sebesar USD 16 juta atau sekitaran Rp 237,9 miliar.
Figur itu namanya Muhammad Lingga. Pria kelahiran 11 November 1989 ini ialah founder Propertree.id, sebuah perusahaan tech properti investment yang menyambungkan developer atau kontraktor dengan investor secara digital.

Jiwa kewiraswastaannya telah kelihatan semenjak remaja. Saat duduk di kursi SMA ia jualan donat untuk aktivitas pensi sekolah. Selanjutnya saat kuliah ia dia memiliki inisiatif buka usaha ternak lele di pelataran rumahnya.

Juga demikian sesudah menamatkan pengajarannya di Fakultas Ekonomi Kampus Indonesia, Lingga justru tentukan meniti karier sebagai staff pemasaran dalam suatu hotel di Bogor.

Terdaftar ia pernah jadi staff Pantauan and Evaluation Officer MP3EI di Kementerian Ekonomi. Sampai pada akhirnya, ia dipercayai sebagai direktur khusus di perusahaan investasi property lokal.

Tahun 2017 ia memilih untuk stop bekerja untuk merealisasikan mimpinya dan memutus kebimbangan beberapa orang yang sejauh ini diterimanya.

“Jadi pebisnis dan berguna untuk banyak orang merupakan harapan saya semenjak kecil. Sayang rupanya tidak disepakati oleh beberapa orang. Mereka bahkan juga menghina dan mengejek, tapi hal tersebut tidak turunkan semangat saya untuk menunjukkan ke beberapa orang yang menyangsikan saya,” tutur Lingga.

Tahun 2017, Lingga bersama partnernya membuat startup investasi property bernama Propertree.id. Startup ini yang mempunyai misi besar sebagai perusahan investasi property paling besar di Indonesia.

Pria alumnus master keuangan di UGM ini menyaksikan persoalan yang besar sekali di bidang property Indonesia hingga setiap tahun angka backlog atau warga yang tidak punyai rumah makin naik. Sampai tahun 2020, berdasar data Susenas angka backlog capai 12,75 Juta.

“Propertree.id mempunyai tiga misi besar, yakni Scalable, Impactful dan Keuntunganable menjadi sisi jalan keluar dari persoalan itu,” katanya.

Selanjutnya diuraikan, Scalable maknanya sebagai startup investasi property, Propertree memberikan dukungan inklusivitas ekonomi dan ide tumbuh bersama sebagai dasar khusus. Investasi property yang sama harus keluarkan biaya besar bisa dijangkau oleh warga cukup dengan investasi mulai Rp.100.000 hingga semuanya orang dapat investasi di project property.

Karena tiga visi itu Propertree menjadi satu diantara dari 2 perusahaan yang diundang oleh AKC (Asean Korea Center) untuk sebagai wakil Indonesia pada acara Asean-Korea Startup Week 2018 di Korea Selatan. Ini sebagai pengalaman pertama untuk Lingga untuk ikuti pitching internasional, tentu saja benar-benar terkesan dan memberi imbas positif untuk perusahaan yang makin terkenal.

Sampai saat ini telah banyak project property yang didanai oleh Propertree. Ada Alexandria Premiere Cimanggis, Almeria Premiere Depok, Casablanca Premiere Depok, Marbella Premiere Cantik, Hillside Premiere Ciomas, Osaka Premiere Depok, De Oasis Green Residence, Kyoto Premiere Cibubur, dan project yang lain yang ada di Bali, Garut, dan Pucuk. Berdasaarkan data di web propertree.id terdaftar telah ada lebih dari 8.600 investor teregistrasi dan yakin turut memodali project.

“Kami mempunyai standard yang tinggi dari sisi validitas dan hal pemberian izin, kualitas bangunan yang zero protes dari customer, dan keamanan karena agunan asset sebesar 120% dari nilai project yang didanai,” kata pria yang sempat memegang sebagai Wakil Ketua BEM FEUI 2010.

Sekarang ini Propertree.id dengan ekosistem usahanya sukses mengurus asset lebih dari USD 16 Juta atau sekitaran Rp 237 milyar. Perusahaan yang dibuat semenjak Oktober 2017 ini makin memperlebar sayapnya dengan kehadiran Propertree Grup yang ada Propertree.id, Gitume, Roastkuy, Agrio.id, UrbanQurban, Bedahrumah.org, dan Le Babies.

“Propertree Grup secara end to end fokus pada bidang sandang, pangan, dan papan yang sama-sama memberikan dukungan keduanya dalam sebuah ekosistem usaha,” kata Lingga.

“Tetapi harapan saya bukan hanya hanya di titik perolehannya sekarang ini. Saya ingin perusahaan diperkembangkan jadi The Next Ciputra di masa datang dan diharap dapat bawa imbas positif untuk industri property di Indonesia,” ujarnya.

About admin

Check Also

BNPB Sebut Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur Sisa 14 Orang

BNPB Sebut Korban Hilang Akibat Gempa Cianjur Sisa 14 Orang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) …