Puan Tutup P20 Summit, Semua Parlemen Loyalitas Tangani Masalah Global

Puan Tutup P20 Summit, Semua Parlemen Loyalitas Tangani Masalah Global

Ketua DPR Puan Maharani tutup acara tatap muka Ketua Parlemen beberapa negara G20 atau the 8th G20 Parliamentary Speaker’s Summit. Ini sekalian akhiri keketuaan Indonesia di P20 di tahun 2022.

Acara yang diadakan sepanjang 2 hari sukses hasilkan satu set baru dalam menangani beragam persoalan global lewat pengokohan multilateralisme. Sama sesuai topik yang digotong, “Stronger Parliament for Sustainable Recovery”, beberapa pimpinan parlamen negara anggota G20 setuju untuk selalu tingkatkan peranan parlemen pada tataran global.

Sepanjang 2 hari dialog, beberapa pimpinan parlemen mengulas desas-desus fokus dimulai dari pembangunan terus-menerus, ekonomi hijau, ketahanan pangan dan energi dan rintangan ekonomi, sampai kesetaraan gender.

Puan Maharani sebagai chair pada tiap sesion dialog menjelaskan jika beberapa parlemen dunia setuju jika pengokohan peranan parlemen sebagai jalan keluar dalam hadapi keadaan global yang susah.

P20 Summit hasilkan outcome dokumen berbentuk Chair’s Summary yang menggarisbawahi banyak hal seperti berikut:

1.Multilateralisme sebagai saluran paling efisien untuk menangani macam rintangan global bersama.
2.Perang dan perselisihan bersenjatan sebagai teror atas keamanan dan aturan global dan bawa imbas negatif pada ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ekonomi global.
3.Menekan beberapa negara G20 untuk melipatgandakan usaha dalam menangani ketidaksamaan, mempromokan perdamaian, dan perkuat perbaikan perekonomian.
4.Pentingnya fasilitas pendanaan yang efisien dan inovatif, terhitung keuangan kombinasi, untuk menolong mempersempit ketimpangan keuangan SDG.
5.Pentingnya ekonomi digital yang inklusif, terbuka, adil, dan tidak diskriminatif dan pastikan jika kemajuan ekonomi harus searah dengan pengatasan peralihan cuaca.
6.Keutamaan aktualisasi loyalitas beberapa negara maju untuk selekasnya penuhi sasaran USD 100 miliar/tahun sampai 2025 dan loyalitas untuk transfer tehnologi ke beberapa negara berkembang.
7.Urgensi kesetaraan gender yang bisa merealisasikan kemakmuran yang semakin besar dan pembangunan terus-menerus untuk semua.
8.Parlemen yang kuat ialah kunci untuk demokrasi yang kuat dan untuk pastikan jika kesejahteraan dan kesejahteraan masyarakat negara ada di pusat pembikinan peraturan dan legislasi.

Beberapa poin yang tercantum pada outcome dokumen sebagai bentuk loyalitas bersama beberapa pimpinan parlemen beberapa negara G20, yang hendak jadi saran untuk pemerintahan RI terutamanya dalam KTT G20 yang hendak dikerjakan di bulan November tahun ini di Bali.

Puan memperjelas jika outcome dokumen itu bisa menjadi referensi untuk parlemen beberapa negara G20 dalam membuat legislasi sekalian jadi rekomendasi untuk penerapan tatap muka P20 selanjutnya yang hendak dipimpin oleh Parlemen India.

About admin

Check Also

Kejagung Check Beskal Diperhitungkan Peras Pebisnis Asal Semarang Rp10 Miliar

Kejagung Check Beskal Diperhitungkan Peras Pebisnis Asal Semarang Rp10 Miliar Kejaksaan Agung (Kejagung) mengecek seorang …