Sempat Buron 1 Bulan, Pelaku Guru SD Cabul di Bekasi Diamankan di Batam

Sempat Buron 1 Bulan, Pelaku Guru SD Cabul di Bekasi Diamankan di Batam

Sesudah sempat buron sepanjang nyaris sebulan, AD (28) pelaku guru SD di Bekasi yang menyetubuhi beberapa siswi pada akhirnya sukses diamankan polisi di Kepulauan Riau (Kepri),

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Hengki menjelaskan terdakwa pencabulan selalu beralih-pindah lokasi persembunyian untuk menghindar kejaran polisi.

Hengki berkata, awalannya terdakwa kabur ke daerah Sumatera Utara dan bermalam di dalam rumah seorang temannya. Seterusnya terdakwa kembali kabur ke daerah Batam, Kepri sampai pada akhirnya diamankan di Kecamatan Sagulung.

“Terdakwa sukses diamankan di Kecamatan Sagulung, (Kepulauan) Riau,” kata Hengki ke mass media,

Berdasar pernyataan terdakwa, dianya lakukan pencabulan pada anak didiknya saat sedang berjalan ujian dalam kelas.

“Korban sedang ujian, yang mana terdakwa memantau korban yang ujian. Selang beberapa saat, terdakwa memerintah korban duduk ada di belakang dan dilecehkan,” tutur Hengki.

Berdasar catatan KPAD Kota Bekasi, korban kejahatan terdakwa sejumlah 8 orang. Tetapi selama ini baru 3 orang yang melapor ke faksi kepolisian.

Atas tindakannya, guru cabul ini dijaring Pasal 82 UU RI Nomor 16 Tahun 2017 atas peralihan ke-2 UU RI Nomor 23 Tahun 2002 mengenai Pelindungan Anak.

“Ancamannya 5-15 tahun dan denda Rp 5 miliar,” pungkas Hengki.

Awalnya, seorang siswi SD negeri di Kota Bekasi, Jawa Barat, diperhitungkan digagahi pelaku guru di sekolahnya. Korban berinisial AD (7) diperhitungkan digagahi aktor di ruangan kelas saat lakukan aktivitas belajar mengajarkan (KBM).

Menurut pembicaraan ibu korban, SJ (36), kejadian prihatin itu terjadi pada Kamis (3/11/2022). Dia juga telah memberikan laporan ini ke faksi kepolisian bernomor LP/B/3226/XI/2022/SPKT.SATRESKRIM/Restro Bks Kota/Polda Metro Jaya tertanggal 4 November 2022.

Modus Pencabulan

SJ bercerita, awalannya si anak sedang ikuti pelajaran di kelas. Di tengah-tengah pelajaran, aktor memerintah korban berpindah tempat duduk ke belakang dengan argumen kursi ada di belakang ada banyak yang kosong.

Sesudah korban berpindah tempat duduk, aktor mulai memperlancar tindakan biadabnya dengan menggerayangi tempat peka korban.

“Anak saya narasi awalannya dicium-cium dahulu sekalian dadanya disentuh. Setelah itu anak saya dipangku dan roknya dibuka, lalu sang guru masukkan jarinya ke kemaluan anak saya sampai 2x,” kata SJ, Selasa (15/11/2022).

Sesudah tindakan biadabnya dijumpai faksi sekolah, terdakwa lantas larikan diri.

About admin

Check Also

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019

KPU Yakinkan Peruntukan Bangku Dapil DPR Tidak Berbeda dari 2019 Komisi Penyeleksian Umum (KPU) memverifikasi …