Stock Beras Pasar Induk Cipinang Kritis, Pedagang: Benar-benar Sedih

Stock Beras Pasar Induk Cipinang Kritis, Pedagang: Benar-benar Sedih

Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid mengutarakan, stock beras di pasar induk sekarang benar-benar kritis. Tetapi, dia tidak dapat banyak berbuat karena suplai beras dari Perum Bulog juga sekarang benar-benar terbatas.

“Untuk stock saat ini benar-benar kritis, perlu suplai dari Bulog. Tetapi Bulog sendiri keliatannya kurang memenuhi stock untuk penuhi permintaan pasar,” tutur Zulkifli.

“Saat ini yang terang beras di Pasar Induk itu benar-benar sedih lah,” tegas ia.

Menurut prediksinya, jumlah stock beras di Pasar Induk Cipinang cuma ada di range 20-25 ribu ton setiap hari. Angka itu tidak capai setengah dari jumlahnya normal.

“Jika dalam prediksi umumnya untuk pasar induk itu stock setiap hari rerata 40-45 ribu ton setiap hari. Itu umumnya. Saat ini kemungkinan kurang dari setengahnya. Benar-benar kurang lah. Permintaan pasar di konsumen tinggi, barang kurang, tapi harga membumbung,” bebernya.

Awalnya, Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) sempat memprediksi, cadangan stock beras Bulog sampai tahun akhir ini diprediksi cuma sisa 300 ribu ton. Jumlah itu benar-benar riskan, ditambah mereka dituntut untuk menyiapkan minimum 1-1,dua juta ton beras di pengujung 2022.

“Jika minimnya 700 ribu ton itu misal dapat memperoleh 500 ribu ton dari dalam, masih tetap ada tersisa donk, masih aman. Memiliki arti tersisa 200 ribu ton (impor beras) itu harus kita hadirkan,” terangnya saat ditemui sehabis rapat bersama Komisi IV di Jakarta beberapa lalu.

Hasil Rakortas

Adapun berdasar hasil pertemuan koordinasi terbatas (Rakortas) 8 November 2022, Perum Bulog ditugasi untuk mempernyerap 500 ribu ton beras dari dalam negeri, dan 500 ribu ton di luar negeri.

Tetapi, Buwas mengatakan jika tidak mungkin untuk faksinya dapat mengimpor 500 ribu ton beras sama sesuai rakortas pada tersisa bulan ini.

Hingga scenarionya, Bulog akan berusaha untuk mempernyerap 200 ribu ton beras impor pada Desember 2022. Dan tersisa 300 ribu ton akan dituntaskan pada Januari-Februari 2022.

“Menjadi yang paling kemungkinan dengan semua usaha daya, paling hebat-hebatnya 200 ribu ton. Bekasnya kita saksikan keadaan. Jika kelak Januari-Februari tidak ada panen dan kondisinya memang membutuhkan itu harus dihadirkan di luar, ya tidak ada permasalahan,” katanya.

Tersingkap, Biang Kerok Bulog Susah Serap Beras Petani

Perum Bulog terus berusaha untuk dapat mempernyerap beras impor untuk dapat jaga stock cadangan beras pemerintahan (CBP) di akhir 2022 ini. Masalahnya Bulog akui kesusahan untuk dapat mempernyerap beras dari dalam negeri.

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengungkapkan, data yang digabungkan faksinya s/d 6 Desember 2022, stock beras keseluruhan yang dipunyai oleh Bulog capai 503.000 ton. Sekitar 61 % salah satunya sebagai CBP.

Sementara Bulog memprediksi, pada Desember 2022 harus keluarkan stock sekitar 200.000 ton. Hingga tersisa stock yang ada cuma sekitaran 300.000 ton.

Menurut Yeka, jika menyaksikan data keperluan beras nasional dalam satu bulan rerata capai 2,lima juta ton, dan angka stock beras minimal sama sesuai penempatan ke Perum Bulog dari Rakortas rerata sekitaran 1,lima juta ton, karena itu dengan stock beras yang ada sekarang ini ada jarak yang perlu dipenuhi oleh beragam pola yang dapat dilaksanakan.

“Proses pemenuhan kekurangan stock beras yang hendak dilaksanakan ditempatkan pada opsi yang cukup penting, di mana saat opsi dijatuhkan ke peresapan dalam negeri, maka ditempatkan pada keadaan mahalnya harga gabah,” papar Yeka,

Berdasar catatan Ombudsman, harga gabah di penggilingan sekarang ini telah capai Rp 6.000-6.300 per kg, dan ini akan berpengaruh di harga beras di hulu yang baiknya ada di bentang Rp 11.000-12.000 per kg.

Sementara Harga Ketengan Paling tinggi (HET) beras media ialah Rp 9.450-Rp10.250 per kg. Berdasar penemuan Ombudsman di Propinsi Banten, Bengkulu, Sumatera Barat, Kalimantan Selatan dan Gorontalo, sepanjang Oktober-November 2022, harga gabah paling rendah yang diketemukan di lima propinsi itu Rp 5.150 per kg.

“Dengan keadaan harga gabah yang tinggi, Perum Bulog alami kesusahan saat lakukan penyediaan beras dalam negeri, karena harga pasar gabah telah di atas Harga Pembelian Pemerintahan (HPP),” terang Yeka.

About admin

Check Also

Pukat: Bahaya bila Laporan PPATK Diberikan ke DPR, Digeser Jadi Masalah Politik

Pukat: Bahaya bila Laporan PPATK Diberikan ke DPR, Digeser Jadi Masalah Politik

Pukat: Bahaya bila Laporan PPATK Diberikan ke DPR, Digeser Jadi Masalah Politik Laporan Hasil Analitis …