Yakinkan Penyelamatan KTT G-20, Kapolri Evaluasi Command Center

Yakinkan Penyelamatan KTT G-20, Kapolri Evaluasi Command Center

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengevaluasi command center di Polda Bali berkaitan penyelamatan pergelaran pucuk Pertemuan Tingkat Tinggi ( KTT ) G20, Sabtu.

Sigit mengutarakan akan ada 16 feature yang terhubung dari beragam kementerian untuk ikuti perubahan secara realtime berkaitan penerapan G20.

“Barusan kita melakukan training dengan memakai fasilitas di command center untuk ketahui berkaitan bagaimana pergelaran anggota dan perlengkapan dan pasukan di atas lapangan terhitung banyaknya, kita dapat monitor langsung,” tutur Sigit.

Selain itu, di command center ini dapat mengawasi jalur-jalur yang hendak dilalui pejabat negara dan tamu VVIP dimulai dari Lapangan terbang ke arah fasilitas atau venue. Jika nanti ada kendala dalam perjalanannya, maka dipersiapkan lajur alternative. “Jadi semua dapat disaksikan dan terlihat di command center,” kata bekas Kabareskrim Polri ini.

Sigit menyaksikan pemakaian face recognition yang dipersiapkan untuk mengawasi beberapa orang yang diduga atau masuk ke lis catatan kepolisian. Dari pantauan replikasi semua, dia menyaksikan semua sudah berjalan dengan baik.

“Ini akan memudahkan di saat kita hadapi teror dan rintangan, kita dapat menggerakan personil dan perlengkapan yang berada di lapangan. Kita turunkan sesuai tingkat teror yang ada,” paparnya.

Sigit sampaikan di depan akan dikerjakan beberapa penyiapan untuk memeriksa persiapan akhir seperti gelar pasukan, gladi sampai latihan kombinasi dengan TNI. “Kita akan melakukan beberapa penyiapan untuk memeriksa persiapan akhir dimulai dari esok kita kerjakan gelar pasukan, gladi dan strategial digital atau floor games kombinasi TNI Polri.

Paling akhir akan kita gelar dan check semua untuk insert dan siap kerjakan penyelamatan,” bebernya. Berkaitan dengan mitigasi musibah, bekas Kapolda Banten ini sampaikan faksinya telah mempersiapkan gagasan penyelamatan bersama dengan stakeholder yang lain.

“Mitigasi musibah memang kita telah persiapkan baik mitigasi musibah alam berbentuk gempa bumi dan kejadian lain. Ada sirene yang mengeluarkan bunyi pada saat ada gempa. Kita telah persiapkan gagasan penyelamatan. Kita share dengan TNI,” terangnya.

Selanjutnya ia menjelaskan berkaitan dengan koordinir dengan team penyelamatan kepala negara yang direncanakan datang telah dilaksanakan. Direncanakan memang sekitaran 17 kepala negara dunia datang dalam pucuk KTT G20 pada 15 – 16 November kedepan.

“Pada prinsipnya koordinir jalan dari team advanced, bapak Panglima TNI dan Paspampres. Semua berjalan baik terhitung persiapan penyelamatan sebagai standard mereka yang tentu saja harus disamakan. Dari segi kita ingin penyelamatannya sebagai penyelamatan standard internasional karena ini jadi spekulasi kita selainnya acara KTT G20 berjalan dengan baik, karena itu penyelamatan harus disamakan,” ujarnya.

About admin

Check Also

Kejagung Check Beskal Diperhitungkan Peras Pebisnis Asal Semarang Rp10 Miliar

Kejagung Check Beskal Diperhitungkan Peras Pebisnis Asal Semarang Rp10 Miliar Kejaksaan Agung (Kejagung) mengecek seorang …